Harga emas rebound di kisaran $4.410/onz pada hari Kamis setelah sempat naik 1% pada sesi sebelumnya, seiring meredanya ekspektasi inflasi akibat harga energi yang mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Pelemahan dolar juga turut menopang harga emas setelah lonjakan tajam yen Jepang kembali memicu perhatian terhadap intervensi. Pernyataan Trump terhadap kemungkinan eskalasi jangka pendek, mendukung emas.
Ulasan Analisa Fundamental
Trump mengisyaratkan serangan singkat saat lonjakan harga minyak mereda. Harga emas sempat pulih sekitar 1% pada hari Rabu, memutus tren penurunan selama tiga sesi berturut-turut setelah Presiden AS Donald Trump tampaknya mengesampingkan kemungkinan kampanye militer berkepanjangan di Timur Tengah. Trump menyatakan bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran kemungkinan besar hanya akan berlangsung singkat. Komentarnya membantu meredam lonjakan harga minyak, mengurangi kekhawatiran inflasi yang sebelumnya membebani harga emas. Harga emas sempat naik hingga 1,6% pada hari Rabu seiring melemahnya dolar AS akibat lonjakan tajam nilai tukar yen Jepang. Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, memberikan alasan tambahan bagi investor untuk meninjau kembali prospek suku bunga. Data pasar tenaga kerja terbaru turut memperkuat gambaran kondisi yang lebih moderat tersebut.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga emas mengalami rebound. Pernyataan Trump membalikan harga emas, karena konflik nampaknya berlangsung singkat. Harga emas sebelumnya turun karena pidato Kevin Warsh dan kemungkinan naiknya suku bunga bulan September. Turunnya emas tertahan di area support $4380, $4350 hingga $4325. Resistance emas menguji area $4420, $4438, $4465. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4350 hingga $4465. Trend pasar harian bearish.







