Harga emas membuka perdagangan minggu ini dengan gap bearish setelah penurunan dramatis pada Jumat malam. Dari level tertinggi satu bulan di sekitar $4.890 per troy ounce, harga merosot di bawah $4.736 pada sesi Asia awal pekan, mencapai titik terendah satu minggu. Pemicu utama adalah memburuknya ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz, yang meredam harapan perpanjangan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon sebelum berakhir pada 21 April.
Ulasan Analisis Fundamental
Kenaikan harga minyak global semakin memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan hawkish The Fed, mendorong penguatan Dolar AS yang menekan emas sebagai aset safe haven. Eskalasi geopolitik mencapai puncak ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan Minggu sore bahwa kapal perang AS menembak kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. AS kini menguasai kapal tersebut, memanaskan kembali situasi Timur Tengah.
Iran menolak partisipasi dalam putaran kedua pembicaraan dengan AS, menyebut tuntutan Washington "berlebihan" dan curiga adanya persiapan serangan mendadak, menurut kantor berita negara IRNA dan reporter Axios Barak Ravid. Meski sempat ada optimisme dari negosiasi AS-Iran sebelumnya, penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran membalik sentimen pasar.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada Jumat lalu, harga emas sempat naik didorong optimisme negosiasi AS-Iran, tapi berbalik bearish setelah Iran menutup Selat Hormuz. Saat ini, harga terbatas di bawah resistance $4.815/oz. Jika tertembus, potensi kenaikan ke $4.850, $4.890.
Sebaliknya, penurunan bisa menguji support $4.700, $4.660, hingga $4.620. Untuk hari ini, emas diprediksi bergerak dalam range $4.815–$4.660, dengan bias bearish kecuali ada de-eskalasi geopolitik.







