bursa-wall-street-memerah-oleh-sentiment-negatif-timur-tengah.jpgSumber Foto: seekingalpha.com

Bursa Wall Street Memerah Oleh Sentiment Negatif Timur Tengah, Jelang Laporan Earning Perusahaan

berita

radityo - octaNews

24 Apr 2026 13:02 WIB

Saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Kamis (23 April 2026), seiring memudarnya harapan penyelesaian cepat perang Iran dan kekhawatiran baru tentang gangguan bisnis dari perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI). Investor juga berusaha mencermati deretan laporan kuartalan yang beragam, mulai dari kinerja kuat hingga penurunan saham teknologi yang cukup tajam, Dow Jones Industrial Average: turun 0,36% ke 49.310,32, S&P 500: turun 0,41% ke 7.108,40.

Nasdaq Composite: turun 0,89% ke 24.438,50, dengan indeks teknologi S&P 500 anjlok 1,47% karena tekanan berat di sektor perangkat lunak.

Pendorong Utama Pelemahan

Iran memperketat kendali di Selat Hormuz, sementara Teheran mengklaim telah merebut sebuah kapal kargo.

Ketua Parlemen Ghalibaf mengundurkan diri dari tim negosiasi, yang memperburuk kekhawatiran bahwa de‑eskasi konflik akan sulit tercapai.

Minyak mentah masih berada dekat level US$100/barrel, menjaga risiko inflasi tinggi dan tekanan pada perekonomian global.

Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, yang berdampak negatif terhadap valuasi saham‑saham growth.

Pasar sebelumnya sempat menguat seiring naiknya harapan perdamaian Iran. Kini, banyak pelaku pasar mengurangi eksposur dan mengambil keuntungan, menggunakan dinamika perang sebagai alasan profit‑taking.

Musim Laporan Keuangan yang Kuat tapi Beragam

Hingga Selasa malam, 82,1% dari 123 perusahaan yang telah melaporkan kinerja kuartalan berhasil melampaui ekspektasi. Pertumbuhan pendapatan secara agregat sekitar 15,6%, naik dari 14,4% di awal bulan. Namun, reaksi di pasar sangat bervariasi tergantung sektor dan dinamika bisnis.

Tekanan pada Sektor Teknologi dan Perangkat Lunak

Saham IBM turun 8,25% karena perlambatan pertumbuhan pendapatan di bisnis perangkat lunak, yang menjadi fokus strategi transformasi perusahaan.

ServiceNow anjlok 17,75% setelah mengungkapkan penundaan penutupan sejumlah kesepakatan pemerintah di Timur Tengah, disertai kekhawatiran bahwa AI akan mengubah model bisnis software tradisional.

Indeks perangkat lunak dan layanan S&P 500 turun 5,09%, menjadi penurunan harian terbesar sejak 29 Januari.

Tesla: turun 3,56% setelah mengumumkan rencana belanja modal lebih dari US$25 miliar untuk tahun ini, yang memicu kekhawatiran tentang beban modal dan cash flow.

Avis Budget: anjlok 48,38% dalam satu hari, mengikuti reli spekulatif yang menyerupai pola “meme stock” yang sebelumnya pernah terjadi di beberapa saham lain.

Texas Instruments: melonjak 19,43% setelah perkiraan pendapatan dan laba kuartal kedua (Q2) berada di atas ekspektasi pasar, menjadi salah satu outperformer di sektor chip.

Sentimen dan Volume Pasar

Lebih banyak saham yang turun daripada naik, dengan rasio sekitar 1,38:1 di NYSE dan 2,03:1 di Nasdaq, menunjukkan dominasi tekanan penjualan.

Meskipun pasar masih mencatat banyak rekor tertinggi 52 minggu, volatilitas meningkat dan investor menjadi sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik di Iran dan dinamika AI di sektor perangkat lunak.

Secara keseluruhan, pergerakan hari ini mencerminkan tarik‑ulur antara optimisme dari laporan keuangan yang kuat dan kekhawatiran akan eskalasi geopolitik serta transformasi bisnis yang dipicu oleh AI.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.