Harga emas kembali menguat dan mendekati area $4.750/oz pada sesi Asia hari Rabu, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik AS–Iran setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak, sementara pihak Iran belum memberikan respons resmi. Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran serta penutupan Selat Hormuz oleh Teheran, yang mendorong lonjakan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven bagi para pelaku pasar.
Ulasan Analisa Fundamental
Penguatan Dolar AS terlihat terbatas, seiring dengan proyeksi pasar bahwa peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada akhir tahun berada di kisaran 45–50% berdasarkan alat pemantau pasar suku bunga. Ekspektasi penurunan suku bunga ini berpotensi mendukung harga emas, karena biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih rendah.
Meskipun demikian, trader disarankan berhati-hati dalam membuka posisi agresif pada XAU/USD, mengingat masih tingginya ketidakpastian terkait kelanjutan pembicaraan damai AS–Iran serta arah kebijakan The Fed ke depan. Fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan hubungan AS–Iran, termasuk rencana perundingan di Pakistan dan sikap tegas Iran yang menolak bernegosiasi selama blokade masih berlangsung. Bahkan, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima negosiasi di bawah tekanan dan ancaman militer maupun ekonomi.
Dari sisi data ekonomi, laporan Retail Sales AS yang dirilis semalam menunjukkan kenaikan yang signifikan, menggambarkan bahwa permintaan konsumen masih cukup solid di tengah kekhawatiran lonjakan inflasi akibat naiknya harga minyak. Data yang kuat ini berpotensi membatasi kenaikan emas karena memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS masih tangguh. Selain itu, komitmen Kevin Warsh untuk menjaga independensi The Fed dalam menentukan kebijakan moneter turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas, karena pasar menilai The Fed akan tetap fokus pada mandat inflasi dan ketenagakerjaan, bukan tekanan politik.
Ulasan Analisa Teknikal:
Pada perdagangan hari Selasa, harga emas sempat menguat terbatas hingga menyentuh area sekitar $4.833/oz, sebelum kembali mendapat tekanan jual. Tekanan terhadap emas muncul setelah pernyataan Warsh mengenai pentingnya menjaga independensi The Fed, yang memicu ekspektasi bahwa bank sentral tidak akan terlalu cepat melonggarkan kebijakan moneter.
Secara teknikal, emas terlihat bertahan di area support penting sekitar $4.668/oz. Jika level ini tembus ke bawah, maka peluang penurunan berlanjut menuju $4.630, lalu $4.600/oz menjadi terbuka.
Sebaliknya, selama bertahan di atas support tersebut, emas berpotensi kembali menguji resistance di sekitar $4.802/oz, sebelum mengarah ke $4.833/oz dan area $4.855/oz jika momentum beli menguat. Untuk perdagangan hari Rabu, harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang (range) kisaran $4.630 – $4.802/oz, dengan bias pergerakan masih sangat dipengaruhi oleh headline geopolitik AS–Iran dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.







