Harga emas (XAU/USD) stabil di sekitar $4.825 pada sesi awal Asia Selasa (21 April 2026). Para pedagang memantau ketat perkembangan geopolitik di Timur Tengah, di mana gencatan senjata AS-Iran mendekati akhir setelah sempat terhambat. Di sisi lain, data Penjualan Ritel AS Maret dirilis hari ini, menjadi sorotan utama pasar.
Analisis Fundamental
Harga emas tetap bertahan di atas $4.800 di tengah ketidakpastian kelanjutan gencatan senjata AS-Iran. Reuters melaporkan Senin bahwa Iran mempertimbangkan keikutsertaan dalam pembicaraan damai dengan AS di Pakistan, didorong langkah Islamabad untuk mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menekankan bahwa "pelanggaran gencatan senjata yang berlanjut" oleh AS masih menjadi hambatan utama.
Hari ini, data Penjualan Ritel AS Maret diproyeksikan naik 1,4% MoM, lebih tinggi dari 0,6% pada Februari. Kenaikan ini bisa menekan harga emas jika mengindikasikan kekuatan ekonomi AS, meski ketegangan geopolitik cenderung mendukung logam mulia sebagai safe haven.
Analisis Teknikal
Pada Senin, harga emas membuka gap down akibat penutupan sementara Selat Hormuz oleh Iran, sebelum rebound di sesi Eropa berkat optimisme negosiasi AS-Iran. Harga kini terjaga di atas support kuat $4.725/oz. Jika level ini tembus, potensi penurunan menuju $4.700, bahkan $4.660.
Sebaliknya, kenaikan bisa menguji resistance $4.832, $4.855, hingga $4.890. Untuk Selasa, emas diprediksi bergerak dalam range $4.725–$4.855, dengan volatilitas tinggi tergantung berita Timur Tengah dan data ritel AS.







