Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran, hanya satu hari sebelum masa berlakunya berakhir, meskipun putaran perundingan terbaru gagal terlaksana. Trump menegaskan bahwa blokade kapal-kapal Iran di Selat Hormuz tetap diberlakukan, dan bahwa perpanjangan gencatan senjata ini akan berlangsung hingga Iran mengajukan proposal baru dan proses diskusi dinyatakan selesai, meskipun Pakistan selaku mediator telah meminta AS untuk menahan diri dari serangan militer.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan bertolak ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan, namun delegasi Iran menolak hadir dengan alasan bahwa tuntutan AS dianggap tidak masuk akal. Media semi‑pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Iran tidak melihat prospek untuk berpartisipasi dalam negosiasi dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama blokade angkatan laut AS masih berlanjut.
sempat mengancam akan melakukan pengeboman jika Iran tidak memenuhi persyaratan yang diajukan Washington, namun kemudian berbalik arah dengan memilih memperpanjang gencatan senjata. Keputusan tersebut langsung berdampak pada pasar keuangan: harga minyak turun lebih dari US$3 per barel, dan kontrak berjangka ekuitas mampu memulihkan sebagian pelemahan yang terjadi sebelumnya.
Sejak gencatan senjata awal selama dua pekan diumumkan pada 7 April, Washington dan Teheran terus berselisih mengenai syarat kesepakatan, termasuk soal pembukaan dan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Putaran perundingan lanjutan sebelumnya berujung buntu karena AS menuntut pembatasan program nuklir Iran, sementara Iran menolak menyerahkan uranium yang telah diperkaya (enriched uranium) dan menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui kelanjutan Perubahan nada Trump ini dinilai mengejutkan. Pada hari yang sama, ia blokade maritim.
Trump menyalahkan kebuntuan negosiasi pada struktur kepemimpinan Iran yang ia sebut “sangat terpecah”, sementara Teheran menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerahkan material nuklir dan tidak pernah meminta perpanjangan gencatan senjata. Meski langkah Trump ini untuk sementara meredakan risiko langsung bagi pasar keuangan dan energi, jalan menuju kesepakatan permanen guna mengakhiri perang yang telah memasuki pekan kedelapan dan menewaskan ribuan orang masih tampak sangat tidak pasti.
Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut baik perpanjangan gencatan senjata ini dan menilainya sebagai peluang penting bagi upaya diplomatik yang saat ini tengah diupayakan berbagai pihak.







