negosiasi-perdamaian-nampaknya-berlanjut-harga-emas-lanjut-naik.jpgSumber Foto: ngopibareng.id

Negosiasi Perdamaian Nampaknya Berlanjut, Harga Emas Lanjut Naik

analisa

radityo - octaNews

15 Apr 2026 14:17 WIB

p>Harga emas mempertahankan tren bullish pada Selasa (14 April 2026), bergerak stabil di atas $4.800 per ons. Kenaikan ini mengikuti pelemahan berkelanjutan dolar AS dan harapan kelanjutan diplomasi AS-Iran, sejalan dengan penurunan tajam harga minyak akibat sentimen damai di Timur Tengah.

Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan nada optimis hati-hati soal negosiasi dengan Iran, menyebut kemajuan signifikan telah dicapai meski belum ada terobosan. "Kerangka kesepakatan komprehensif bisa terealisasi jika Iran ambil langkah berikutnya," ujarnya.

Analisis Fundamental

Optimisme Vance mendukung sentimen risiko positif, melemahkan status dolar AS sebagai safe haven global—menguntungkan komoditas berdenominasi USD seperti emas. Data Jumat lalu menunjukkan inflasi konsumen AS (CPI) Maret naik tertinggi dalam empat tahun akibat lonjakan harga energi dari konflik regional. Namun, FedWatch Tool CME Group perkirakan peluang 30% pemangkasan suku bunga 25 bps pada Desember, semakin tekan USD. Risiko blokade Selat Hormuz oleh AS tetap jadi pemicu volatilitas geopolitik.

Analisis Teknikal

Pada Selasa, emas tembus $4.846 per ons dalam tren bullish, didorong perundingan AS-Iran. Harga rebound menguji resistance $4.886; jika tembus, target selanjutnya $4.915 dan $4.962. Sebaliknya, support di $4.801, $4.750, hingga $4.695. Untuk Rabu (15 April), emas diprediksi bergerak di rentang $4.800–$4.915.

Secara keseluruhan, emas diuntungkan pelemahan USD dan harapan damai, tapi awasi eskalasi Hormuz yang bisa picu safe-haven rally lebih lanjut.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.