Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan nada optimis hati-hati soal negosiasi dengan Iran, menyebut kemajuan signifikan telah dicapai meski belum ada terobosan. "Kerangka kesepakatan komprehensif bisa terealisasi jika Iran ambil langkah berikutnya," ujarnya.
Analisis Fundamental
Optimisme Vance mendukung sentimen risiko positif, melemahkan status dolar AS sebagai safe haven global—menguntungkan komoditas berdenominasi USD seperti emas. Data Jumat lalu menunjukkan inflasi konsumen AS (CPI) Maret naik tertinggi dalam empat tahun akibat lonjakan harga energi dari konflik regional. Namun, FedWatch Tool CME Group perkirakan peluang 30% pemangkasan suku bunga 25 bps pada Desember, semakin tekan USD. Risiko blokade Selat Hormuz oleh AS tetap jadi pemicu volatilitas geopolitik.
Analisis Teknikal
Pada Selasa, emas tembus $4.846 per ons dalam tren bullish, didorong perundingan AS-Iran. Harga rebound menguji resistance $4.886; jika tembus, target selanjutnya $4.915 dan $4.962. Sebaliknya, support di $4.801, $4.750, hingga $4.695. Untuk Rabu (15 April), emas diprediksi bergerak di rentang $4.800–$4.915.
Secara keseluruhan, emas diuntungkan pelemahan USD dan harapan damai, tapi awasi eskalasi Hormuz yang bisa picu safe-haven rally lebih lanjut.







