Harga emas rebound menguji area di atas $4.776 per troy ounce pada hari Selasa (14 April 2026), menyusul penurunan moderat sebelumnya. Penurunan itu dipicu penilaian ulang investor terhadap jalur suku bunga The Fed, di tengah kekhawatiran inflasi global pasca-krisis Timur Tengah. Namun, harapan lanjutan negosiasi mendorong kenaikan harga, meski masih terbatas.
Analisis Fundamental
Harga emas spot dibuka turun pada Senin, tetapi ditutup di atas $4.740 per troy ounce. Emas awalnya tertekan oleh kegagalan negosiasi AS-Iran, di mana AS menuntut Iran menghentikan program pengayaan uranium sebagai syarat akhir perang—tuntutan yang ditolak Teheran. Akibatnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemblokiran Selat Hormuz mulai Senin, menciptakan blokade ganda untuk mencegah ekspor minyak Iran.
Sentimen berbalik selama sesi perdagangan AS berkat berita positif: pejabat Iran mempelajari tuntutan AS terkait program nuklir, sementara mediator mencari gencatan senjata selama 45-60 hari. Hal ini melemahkan dolar AS (USD) dan mendukung rebound emas, meski kekhawatiran inflasi dan suku bunga Fed tetap membatasi potensi kenaikan.
Analisis Teknikal
Pada Senin, emas turun ke level $4.634 per ounce dengan tren netral, merespons kegagalan perundingan AS-Iran. Optimisme pulih berkat berita kelanjutan negosiasi, mendorong rebound menguji resistance $4.801. Jika level ini tertembus, emas berpotensi naik ke $4.855 dan $4.915.
Sebaliknya, jika terkoreksi, support utama ada di $4.725, $4.686, hingga $4.635. Untuk Selasa, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.805–$4.685, dengan bias netral kecuali ada katalis baru dari Timur Tengah.







