kelanjutan-pembahasan-negosiasi-as-iran-mendorong-harga-minyak-mentah-turun.jpgSumber Foto: mstoday.co.kr

Kelanjutan Pembahasan Negosiasi AS - Iran Mendorong Harga Minyak Mentah Turun Lebih Dari 4%

berita

radityo - octaNews

15 Apr 2026 14:04 WIB

Harga minyak dunia turun drastis pada Selasa (14 April 2026) karena pasar beralih fokus ke peluang gencatan senjata baru di Timur Tengah serta data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Kontrak berjangka Brent Crude Oil merosot 4% menjadi US$95,37 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) anjlok 6,5% ke US$92,67 per barel—penurunan terbesar sejak awal konflik regional bulan lalu.

Blokade AS di Selat Hormuz memasuki hari kedua, tapi pelaku pasar menilainya sebagai taktik negosiasi daripada eskalasi militer. Selama 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melintas; enam kapal dagang justru diminta kembali ke pelabuhan Iran oleh otoritas AS. Presiden Trump menyatakan pembicaraan lanjutan bisa dimulai dalam dua hari, dengan Pakistan siap memfasilitasi dialog selanjutnya di Islamabad.

Faktor pelemahan harga semakin kuat dari laporan International Energy Agency (IEA), yang memangkas proyeksi permintaan minyak global menjadi 102,5 juta barel per hari untuk 2026—turun 200 ribu barel dari perkiraan sebelumnya akibat perlambatan ekonomi China. Sementara itu, data PPI AS Mei menunjukkan kenaikan hanya 0,1% (jauh di bawah ekspektasi 0,3%), meredakan kekhawatiran inflasi dan membuka ruang bagi penurunan suku bunga Federal Reserve.

Intinya, sentimen pasar membaik seiring meningkatnya harapan diplomasi, meski risiko gangguan pasokan dari Selat Hormuz—yang mengalirkan 20% minyak dunia—masih mengintai. Analis memantau apakah blokade berlanjut atau berakhir dengan kesepakatan.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.