Harga minyak mentah WTI Maret (CLH26) naik 1,24% atau +0,79 dolar AS menjadi level tertinggi baru. Bensin RBOB Maret (RBH26) melonjak 1,84% ke puncak 2,5 bulan. Pelemahan dolar AS (indeks DXY mencapai terendah satu bulan) menjadi pendorong utama kenaikan sektor energi.
Faktor Pendukung Utama
Geopolitik Timur Tengah: AS mengimbau kapal menghindari perairan Iran di Selat Hormuz, jalur 20% pasokan minyak dunia. Risiko kegagalan negosiasi nuklir AS-Iran—di mana Iran menolak menghentikan pengayaan uranium—berpotensi memicu serangan AS dan mengganggu produksi Iran (3,3 juta barel per hari atau bpd, peringkat ke-4 OPEC).
Rusia-Ukraina: Kremlin meredam harapan perdamaian; serangan Ukraina terhadap 28 kilang minyak Rusia plus tanker membatasi ekspor. Sanksi AS-UE semakin menekan pasokan Rusia.
Sentimen AS: Indeks sentimen konsumen Michigan naik ke tertinggi enam bulan, mendukung prospek permintaan energi.
Faktor Penekan
Ekspor Venezuela melonjak ke 800 ribu bpd pada Januari (dari 498 ribu bpd di Desember).
OPEC+: Menunda kenaikan produksi pada Q1/2026; output Januari turun menjadi 28,83 juta bpd (terendah lima bulan).
Data Pasar dan Prakiraan
IEA memangkas perkiraan surplus global 2026 menjadi 3,7 juta bpd; EIA merevisi produksi AS 2026 naik ke 13,59 juta bpd sambil memangkas estimasi konsumsi.
Vortexa: Volume minyak di tanker diam turun 2,8% menjadi 101,55 juta barel.
EIA (30 Januari): Stok minyak AS -4,2% di bawah rata-rata lima tahun; produksi turun ke 13,215 juta bpd (terendah 14 bulan).
Baker Hughes: Jumlah rig minyak AS aktif turun ke level terendah baru, menandakan perlambatan aktivitas pengeboran.
Kenaikan harga ini didorong premi risiko geopolitik yang tinggi, meskipun pasokan global tetap tegang.







