Harga emas mengalami lonjakan tajam pada perdagangan Selasa (24 Maret 2026), menyusul laporan belum dikonfirmasi tentang potensi gencatan senjata selama satu bulan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebelumnya, logam mulia ini cenderung tenang karena investor masih menimbang laporan saling bertentangan soal kemungkinan pembicaraan damai. Meski demikian, ketegangan militer di Timur Tengah tetap berlanjut dengan saling serang sporadis antara kedua pihak.
Ulasan Analisis Fundamental
Channel 12 Israel melaporkan bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan pengusaha Amerika Jared Kushner sedang menyusun mekanisme gencatan senjata. Rencana ini akan membuka jalan bagi negosiasi AS-Iran mengenai proposal 15 poin. The New York Times kemudian mengonfirmasi bahwa AS telah mengirimkan rancangan perdamaian ke Iran.
Harga emas spot langsung bereaksi positif terhadap berita ini, naik 1,5% menjadi US$4.474,38 per troy ounce (oz). Namun, laporan media Timur Tengah yang kontradiktif membuat investor tetap waspada. Presiden Donald Trump pun menyatakan kepada wartawan bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, dengan Iran setuju "tidak pernah memiliki senjata nuklir". Trump menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Mark Rubio dan Wakil Presiden JD Vance terlibat dalam proses tersebut.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada sesi Selasa, harga emas rebound kuat dari level US$4.448/oz, menembus resistance kunci dan mencapai puncak US$4.605/oz. Meski tekanan jual bisa muncul jika konflik AS-Iran berlarut-larut—bertentangan dengan pernyataan Trump—pergerakan bullish berpotensi berlanjut hingga target Fibonacci 50% di US$4.760/oz.
Level support utama berada di US$4.455, US$4.400, dan US$4.305/oz. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam range US$4.455–US$4.605/oz dalam jangka pendek, dengan potensi ekspansi lebih tinggi jika sentimen damai menguat.







