Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, memperingatkan bahwa ledakan investasi berbasis AI bisa justru memaksa The Fed menaikkan suku bunga jika belanja bisnis dan konsumen melonjak lebih cepat daripada kenaikan produktivitas yang nyata. Menurutnya, dalam skenario seperti itu, ekonomi bisa terlalu panas dan inflasi ikut terdorong naik.
Goolsbee menegaskan bahwa belum tentu The Fed perlu memangkas suku bunga dalam kondisi tersebut. “Mereka mungkin perlu menaikkan suku bunga,” ujarnya dalam panel di konferensi Milken Institute, sambil menekankan bahwa manfaat AI terhadap ekonomi belum tentu muncul secepat yang diharapkan.
Pernyataan ini menyoroti perdebatan besar di kalangan bank sentral dan pasar: apakah AI benar-benar akan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan atau hanya memicu euforia sementara. Sebagian pihak, termasuk Kevin Warsh dan Cathie Wood, justru melihat AI sebagai faktor yang bisa menekan inflasi dan memberi ruang bagi suku bunga lebih rendah.
Goolsbee mengingatkan bahwa ekspektasi berlebihan bisa berujung pada diminishing returns, seperti yang pernah terjadi pada optimisme terhadap mobil otonom. Intinya, arah kebijakan Fed akan sangat bergantung pada apakah kenaikan produktivitas AI benar-benar terjadi sekarang, atau baru sebatas harapan masa depan.







