Emas menarik minat pembeli saat harga turun selama sesi Asia pada hari Kamis (16 April 2026), membalikkan sebagian penurunan hari sebelumnya dari level tertinggi hampir empat minggu. Harapan kemajuan diplomasi Iran, ditambah berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) AS, menekan Dolar AS mendekati level terendah sejak awal Maret. Hal ini mendorong harga emas mendekati puncak bulanan.
Analisis Fundamental
Risiko blokade Selat Hormuz berpotensi membatasi pelemahan Dolar AS lebih lanjut dan menahan kenaikan emas secara signifikan. Pasar valuta asing bergerak terbatas karena pelaku pasar masih dalam mode "wait-and-see" menjelang perkembangan perang Iran. Selama 24 jam terakhir, situasi Timur Tengah belum membaik maupun memburuk. Selat Hormuz mengalami blokade ganda: Iran membatasi akses bagi negara-negara produsen minyak lain, sementara AS memblokir kapal tanker Iran. Pembicaraan diplomatik tertunda, meski kedua pihak tampak bersedia kembali ke meja perundingan.
Dolar AS tetap tertekan jual, meskipun permintaan emas fisik minim dan spekulasi beralih ke aset berisiko. Tanpa data ekonomi penting hari ini, pasar keuangan diprediksi bereaksi volatil terhadap berita utama terkait konflik.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Rabu, harga emas bergerak sideways di kisaran $4.788–$4.871/oz dengan tren netral. Optimisme perundingan AS-Iran mendukung rebound emas, menguji resistance $4.886/oz. Jika level ini tertembus, harga berpotensi naik ke $4.915, $4.962. Sebaliknya, penurunan bisa menguji support $4.786, $4.750, hingga $4.695.
Untuk hari Kamis, emas diprediksi bergerak dalam range $4.750–$4.855/oz.







