harga-emas-kembali-tertekan-setelah-iran-menyangkal-ada-negosiasi-dengan-as.jpgSumber Foto: asatunews.co.id

Harga Emas Kembali Tertekan Setelah Iran Menyangkal Ada Negosiasi Dengan AS

analisa

radityo - octaNews

24 Mar 2026 13:08 WIB

Harga emas memperpanjang penurunannya dalam perdagangan Asia pada Selasa ini (24 Maret 2026), menyusul bantahan Iran atas klaim adanya pembicaraan dengan AS. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menunda serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi Iran. Harga emas spot terakhir anjlok 1,3% menjadi US$4.351,28 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 0,3% ke level US$4.399,59.

Ulasan Analisis Fundamental

Keputusan Washington untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran berhasil meredakan ketegangan geopolitik secara keseluruhan. Langkah ini juga memicu penurunan tajam harga minyak, yang memungkinkan emas mengurangi sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. Trump menyebut adanya pembicaraan "sangat baik dan produktif" dengan pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, sehingga menunda ancaman membom jaringan listrik Iran.

Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, membantah klaim tersebut melalui media sosial, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan semacam itu. Pernyataan ini menciptakan ketidakpastian baru di pasar. Meski begitu, harga emas tetap tertekan pada Selasa karena investor beralih fokus ke faktor ekonomi makro, khususnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas terus berjuang melawan tekanan ini, meskipun perannya sebagai aset safe-haven biasanya menguat saat ketegangan geopolitik memuncak.

Ulasan Analisis Teknikal

Pada perdagangan Senin, harga emas sempat melonjak tajam sebelum kembali tertekan di level US$4.307. Tekanan berlanjut setelah bantahan Iran, memicu penembusan level support kunci di US$4.400 per ons. Harga pun sempat menyentuh rendah US$4.098 sebelum rebound terbatas.

Saat ini, emas menghadapi resistance di US$4.448, US$4.512, hingga US$4.536. Sementara itu, level support berada di US$4.305, US$4.280, dan US$4.235. Secara keseluruhan, emas diproyeksikan bergerak dalam tren bearish dengan rentang US$4.448 hingga US$4.100, kecuali ada katalis baru seperti eskalasi geopolitik atau data inflasi AS yang mengejutkan.

Investor disarankan memantau pengumuman suku bunga The Fed minggu ini, yang berpotensi memperkuat tekanan jual jika sinyal hawkish muncul.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.