Emas (XAU/USD) memperpanjang reli pemecahan rekornya untuk hari kelima berturut-turut pada Jumat ini, didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan. Aliran dana investor mengalir deras ke aset safe haven seperti emas, sementara ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed) mempercepat tren de-dolarisasi global. Para pelaku pasar tetap mencermati komitmen Presiden Donald Trump terkait rencana akuisisi Greenland, yang berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut.
Ulasan Analisis Fundamental
Pada perdagangan Kamis, XAU/USD sempat merosot ke level $4.756 setelah berita bahwa Amerika Serikat (AS) mencapai kerangka kesepakatan dengan Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO), yang sempat mendukung penguatan Dolar AS (USD) dan memangkas sebagian kerugian mingguannya. Namun, setelah pasar mencerna berita tersebut, USD kembali melemah di tengah sentimen positif pada indeks saham global.
Gelombang optimisme ini diperkuat oleh data ekonomi AS yang kuat: Biro Analisis Ekonomi (BEA) merevisi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga menjadi 4,4% per tahun (untuk periode tiga bulan hingga September), naik dari estimasi sebelumnya 4,3%. Selain itu, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Oktober dan November menunjukkan angka solid, mendukung ekspektasi inflasi terkendali meski Fed diprediksi memangkas suku bunga lagi pada 2026.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada sesi Kamis, emas sempat terkoreksi menyentuh level rendah $4.772, tetapi reli berlanjut di pasar AS. Memasuki sesi Asia Jumat, harga membentuk rekor baru di $4.967, menguji resistance kunci pada $4.968, $4.986, hingga $5.005. Koreksi terlihat terbatas dengan support utama di $4.931 per ons troy; jika level ini tembus, perhatikan target berikutnya di $4.907 hingga $4.891.
Secara keseluruhan, emas diperkirakan bergerak dalam rentang $4.891–$5.005 hari ini, dengan bias bullish selama ketidakpastian geopolitik bertahan. Trader disarankan memantau data tenaga kerja AS mendatang untuk konfirmasi arah selanjutnya.







