Emas terus menunjukkan tren positif untuk hari kedua berturut-turut, didorong oleh gejolak perdagangan akibat tarif global baru Presiden Trump dan ketegangan geopolitik menjelang pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa hari ini. Pelemahan Dolar AS akibat pandangan dovish terhadap kebijakan Federal Reserve juga turut mendukung kenaikan harga emas spot ke sekitar $5.180 per ons.
Analisis Fundamental
Harga emas rebound pada sesi Asia Rabu (25/2/2026) setelah sempat turun, memulihkan kerugian sebelumnya berkat ketidakpastian tarif dagang Trump yang naik menjadi 10-15% terhadap mitra dagang. Pembicaraan nuklir AS-Iran yang dilanjutkan hari Kamis (26/2) di Jenewa, di tengah peringatan Trump soal kemampuan rudal Iran, mendorong permintaan safe-haven. Meski harapan pemotongan suku bunga Fed memudar karena pernyataan pejabat Fed yang menyoroti inflasi dan tenaga kerja, emas tetap didukung sentimen risiko global.
Analisis Teknikal
Pada penutupan Rabu (25/2/2026), emas spot ditutup naik di $5.171,84 per ons, memantul dari $5.135 pada 24/2. Tren naik berlanjut dengan resistance utama di $5.222, $5.250, hingga $5.285, sementara support terbatas di $5.155, $5.120, dan $5.093. Harga diperkirakan bergerak dalam rentang $5.155–$5.250 dalam sesi mendatang, dengan perhatian pada hasil negosiasi AS-Iran yang berpotensi dilanjutkan Jumat (27/2).







