Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris untuk Juni yang akan dirilis Kantor Statistik Nasional pada Rabu pukul 06:00 GMT diperkirakan menunjukkan perlambatan inflasi. Meski tekanan harga masih berada di atas target Bank of England (BoE), momentum inflasi diperkirakan terus melemah. CPI utama Inggris diperkirakan turun ke 2,7% secara tahunan dari 2,8% pada Mei, sementara inflasi inti diperkirakan melandai ke 2,5%. Secara bulanan, CPI diperkirakan naik 0,1% setelah kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya. Bagi pasar, data ini penting karena inflasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arah kebijakan BoE dan pergerakan pound sterling. Setelah keputusan BoE pada 18 Juni, investor saat ini cenderung memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 30 Juli.
BoE sendiri mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% pada rapat terakhir, meski dengan nada sedikit lebih hawkish. Namun, sinyal utamanya tetap kesabaran, dengan kebijakan masih berada dalam mode menunggu dan melihat. Dari sisi GBP/USD, pasangan ini baru saja gagal menembus area tertinggi Mei di 1,3653 dan kini bergerak di sekitar 1,3430. Secara teknikal, area 1,3550–1,3560 masih menjadi hambatan awal, sementara pelemahan di bawah 1,3140 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam. Secara keseluruhan, selama data CPI Inggris tidak mengejutkan ke arah yang lebih tinggi, pound berisiko tetap bergerak terbatas. Namun, jika inflasi ternyata lebih kuat dari perkiraan, pasar bisa kembali menaikkan ekspektasi suku bunga BoE dan memberi dorongan baru bagi GBP/USD.







