Harga emas dibuka Senin dengan gap pembukaan, kemudian naik untuk menguji level $4.578 di awal perdagangan Asia. Pasar tetap berharap kesepakatan damai kemungkinan akan ditandatangani antara AS dan Iran dalam beberapa jam mendatang, menyusul beberapa perkembangan optimis selama akhir pekan. Arus aset berisiko kembali dan memberikan tekanan negatif pada Dolar AS, sehingga mengangkat harga emas.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas (XAU/USD) naik mendekati $4.580 selama jam perdagangan awal Asia pada hari Senin. Logam mulia ini menarik karena Dolar AS (USD) yang melemah setelah laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Bloomberg melaporkan pada hari Minggu bahwa Washington dan
Teheran telah memberi sinyal kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak akan "terburu-buru" mencapai kesepakatan. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa ada "tanda-tanda baik" bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik sudah di depan mata, tetapi memperingatkan bahwa kesepakatan semacam itu akan "tidak mungkin" jika Iran mengejar Langkah langkah untuk secara permanen mengendalikan pelayaran melalui jalur air yang penting tersebut.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Jumat, di pasar AS harga emas nampak turun terbatas ke level $4491/onz. Perkembangan negosiasi lanjutan Iran positif. Pernyataan Kevin Hassett terkait kemungkinan turunnya harga minyak mentah, membuka peluang pemankasan suku bunga, mendorong emas. Resistance emas selanjutnya di $4591, $4626 hingga $4651. Sementara
turunnya emas menguji support $4533/onz, bila terlewati, ke $4505, $4482. Emas hari ini, diperkirakan dalam range antara $4651 hingga $4533.







