supplay-minyak-dikhawatirkan-terhambat-harga-naik-lagi.jpgSumber Foto: kompas.com

Supplay Minyak Dikhawatirkan Terhambat, Harga Naik Lagi

berita

radityo - octaNews

11 Mar 2026 13:37 WIB

Harga minyak dunia rebound hampir $3 per barel pada pagi ini, didorong keterbatasan pasokan akibat eskalasi perang antara AS-Israel melawan Iran di Timur Tengah. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,5% menjadi $86,33 per barel setelah anjlok 11,9% ke $83,45 pada Selasa kemarin—pemulihan dari lonjakan sebelumnya di atas $119 per barel.

Latar Belakang Eskalasi Konflik

Kontrak WTI dibuka pukul 01.00 GMT Rabu (11 Maret 2026), memantul setelah penurunan terburuk sejak 2022. Penurunan itu dipicu pernyataan Presiden Trump yang memprediksi akhir cepat perang. Namun, situasi memburuk dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, termasuk ledakan intens di fasilitas militer. Militer AS berhasil menghancurkan 16 kapal penabur ranjau Iran di Selat Hormuz, sementara Iran mengancam blokade jalur pasokan minyak vital tersebut. Trump menyatakan kesiapannya mengawal tanker komersial, tetapi Angkatan Laut AS menolak permintaan pelayaran karena risiko tinggi.

Dampak terhadap Pasokan Minyak

Konflik ini berpotensi mengurangi pasokan minyak dari Teluk Persia hingga 15 juta barel per hari. Menurut Wood Mackenzie, harga bisa menembus $150 per barel jika gangguan berlanjut. Selat Hormuz, yang mengalirkan 20% pasokan minyak global, menjadi titik kritis picu fluktuasi ekstrem antara $75–$105 per barel. Data minggu lalu menunjukkan stok AS menurun untuk minyak mentah, bensin, dan distilat, memperkuat sinyal permintaan kuat meski American Petroleum Institute (API) mencatat variasi.

Respons Global

Pejabat G7 menggelar rapat daring untuk membahas pelepasan cadangan minyak darurat pasca-lonjakan harga Senin lalu. Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin panggilan video Rabu ini, fokus pada dampak energi konflik. Analis IG menilai harga tetap volatil, digerakkan oleh headline berita terkini.

Outlook Jangka Pendek

Rebound pagi ini mencerminkan ketidakpastian pasar; pantau update Selat Hormuz dan laporan stok mingguan dari Energy Information Administration (EIA). Memasuki hari ke-10 konflik—termasuk serangan terhadap 30 kilang di Teheran—premium risiko tetap tinggi, berpotensi memperpanjang volatilitas.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.