Harga emas sedikit menguat pada hari Kamis setelah sempat turun ke level $4066, terendah sejak awal Agustus. Kenaikan ini terjadi karena ketegangan baru di sekitar Selat Hormuz menjaga risiko inflasi tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini. XAU/USD rebound di pasar Asia 0,6% menjadi $4.134,19 per ons, pada hari kamis.
Ulasan Analisa Fundamental
Indeks Dolar AS tidak banyak berubah di angka 102,23. Ketegangan di Selat Hormuz menjaga risiko energi dan inflasi tetap tinggi. Teheran telah meningkatkan serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, menambah kekhawatiran mengenai keamanan jalur energi global yang vital. Gedung Putih juga sedang mempertimbangkan kemungkinan serangan militer terhadap target-target Iran menjelang pemilihan umum paruh waktu AS pada bulan November. Meskipun aliran minyak dari Timur Tengah telah pulih mendekati tingkat sebelum konflik, risiko di sekitar jalur perairan tersebut telah mendorong biaya pengiriman ke rekor tertinggi. Badai tropis di Teluk Meksiko juga memberikan tekanan tambahan pada pasokan energi, dengan laporan MMA yang menyebutkan bahwa 25% produksi minyak di Teluk tersebut telah dihentikan. Risalah rapat The Fed memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga lanjutan.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia harga emas rebound di resistance $4150. Harga emas sempat turun ke level $4066 di perdagangan market AS hari Rabu. Memanasnya kemelut selat hormuz dan prospek harga minyak menekan emas. Turunnya emas terbatas menguji support di area $4104, $4085 hingga $4065. Sementara resistance emas menguji area $4147, $4172, $4205. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4205 hingga $4104.







