Risalah The Fed Mayoritas Pejabat Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga LagiSumber Foto: bing.com

Risalah The Fed Mayoritas Pejabat Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Lagi

Berita

radityo - octaNews

8 Okt 2026 11:42 WIB

Seluruh 19 pejabat Federal Reserve mendukung keputusan menaikkan suku bunga acuan pada rapat FOMC 15–16 September. Banyak pejabat menilai kenaikan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko tekanan inflasi yang semakin kuat. Risalah rapat itu dirilis pada 7 Oktober 2026.

Kenaikan Suku Bunga Masih Terbuka

FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%. Langkah ini merupakan kenaikan pertama sejak Juli 2023 dan diambil ketika momentum ekonomi mulai menguat. “Sebagian besar peserta” menilai kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan tepat dilakukan sebelum akhir tahun. Sejumlah pejabat bahkan menilai tingkat suku bunga sebelum kenaikan September belum cukup restriktif atau hanya sedikit membatasi aktivitas ekonomi. Meski yield Treasury jangka panjang meningkat, para pejabat menilai kondisi keuangan masih mendukung pertumbuhan. Harga saham tetap menguat sepanjang tahun, sementara selisih imbal hasil obligasi korporasi masih relatif sempit.

Ekspektasi Oktober Menurun

Setelah rapat September, pasar sempat memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya terjadi pada Oktober. Namun, pernyataan Wakil Gubernur Philip Jefferson dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bahwa The Fed masih memiliki waktu untuk menilai perkembangan ekonomi. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada rapat 27–28 Oktober kini turun menjadi sekitar 20%, dari sekitar 70% beberapa hari setelah keputusan September. Yield Treasury 2 tahun juga turun lebih dari 10 basis poin dalam sepekan menjadi sekitar 4,8%.

Inflasi Tetap Menjadi Risiko

Penurunan ekspektasi tersebut tidak berarti The Fed menutup kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Para pejabat masih menilai inflasi terlalu tinggi, sehingga data inflasi konsumen yang akan dirilis pada 14 Oktober menjadi penentu penting arah kebijakan berikutnya. Dengan demikian, The Fed menghadapi dua pertimbangan utama: menjaga tekanan inflasi tetap terkendali dan menghindari pengetatan berlebihan yang dapat membebani pertumbuhan ekonomi. Keputusan pada Oktober kemungkinan sangat bergantung pada data terbaru mengenai inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.