Pengajuan tunjangan pengangguran berulang di Amerika Serikat turun ke level terendah dalam hampir dua tahun, menandakan pasar tenaga kerja masih cukup tangguh di tengah ketidakpastian global. Data ini memperkuat pandangan bahwa kondisi ketenagakerjaan AS bertahan dalam fase "low-hire, low-fire"—yaitu perekrutan rendah tapi pemecatan juga minim.
Klaim berkelanjutan (jumlah orang yang masih menerima tunjangan) anjlok menjadi 1,79 juta untuk pekan berakhir 28 Maret 2026—terendah sejak Mei 2024 dan di bawah semua estimasi survei Bloomberg. Sementara itu, klaim awal naik tipis menjadi 219.000 untuk pekan berakhir 4 April 2026.
Indikator Positif Pasar Tenaga Kerja
Data terbaru ini mengonfirmasi pasar tenaga kerja AS berada di level historis rendah. Laporan ketenagakerjaan bulanan pemerintah juga menunjukkan penyerapan tenaga kerja menguat pada Maret di berbagai sektor, dengan tingkat pengangguran sedikit menurun. Stabilitas ini mendukung ekspektasi suku bunga stabil dari Federal Reserve.
Peringatan Risiko ke Depan
Meski demikian, ekonom memperingatkan ketidakpastian dari konflik Iran-Israel dan kenaikan biaya energi berpotensi menekan sentimen bisnis. Jika tekanan berlanjut, perusahaan bisa menahan atau memangkas rencana perekrutan dalam beberapa bulan mendatang, berpotensi memengaruhi data inflasi seperti CPI yang dirilis hari ini.
Secara keseluruhan, data pengangguran ini memberikan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi AS, meski risiko geopolitik tetap mengintai.







