1784865917647-1zx8u.jpgSumber Foto: monitorday.com

Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata yang Didukung AS, Laporan New York Times

Berita

radityo - octaNews

24 Jul 2026 11:05 WIB

Iran dilaporkan menolak usulan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan disampaikan melalui Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi, menurut laporan New York Times pada Kamis yang mengutip pejabat Iran dan Irak. Penolakan ini menjadi kemunduran diplomatik terbaru di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir. Situasi memburuk setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan ke infrastruktur penting negara itu. Pada hari Kamis, Trump mengatakan AS akan memberikan “hukuman militer besar” terhadap Iran dan sekutu Houthi-nya setelah kelompok Yaman tersebut menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Serangan itu memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke jalur pelayaran strategis yang terhubung dengan Selat Hormuz.

Ancaman yang meningkat turut mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Harga minyak mentah Brent sempat menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei setelah melonjak lebih dari 6%. Menurut laporan tersebut, Teheran menolak kesepakatan sementara karena tidak menyelesaikan isu utama, yaitu kendali atas Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak terpenting di dunia. Proposal itu disebut sebagai satu-satunya opsi gencatan senjata yang sedang dipertimbangkan. Upaya mediasi ini dilakukan setelah al-Zaidi mengunjungi Gedung Putih, lalu melanjutkan perjalanan ke Teheran untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan sejumlah pejabat senior lainnya, kata New York Times.

Araghchi menilai Iran tidak membutuhkan mediator tambahan dan mengatakan hambatan utama justru berasal dari pendekatan Washington, bukan kurangnya komunikasi antara kedua pihak. Laporan itu juga menyebut pejabat Iran tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik yang lebih luas jika AS menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang Teheran dan infrastruktur penting lain. Dalam skenario tersebut, Iran bisa memperluas konflik dengan menargetkan Tel Aviv dan meminta sekutu Houthi-nya mengganggu pelayaran di Selat Bab al-Mandab, koridor maritim strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Secara terpisah, Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa AS akan menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk menanggung kerusakan kapal dan kargo akibat serangan di Timur Tengah. Ia menyebut langkah itu sebagai tindakan yang “adil dan merata.” Iran sebelumnya berulang kali menyerukan pembebasan aset yang ditahan AS sebelum kesepakatan damai besar dapat dicapai. Washington pada awalnya disebut telah menyetujui untuk mempertimbangkan langkah tersebut berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Juni.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.