Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada Kamis, memperpanjang reli untuk hari kelima berturut-turut setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan itu meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan di jalur pelayaran utama Timur Tengah akan semakin meluas.
Brent berjangka untuk kontrak September naik 1,7% ke US$95,62 per barel, sementara WTI menguat 1,5% ke US$88,18 per barel. Houthi mengatakan mereka menargetkan kapal tanker ENCELA dan LAYLIA setelah menuduh keduanya melanggar blokade maritim yang baru diumumkan.investasi. Meski otoritas Saudi belum mengonfirmasi kerusakan, insiden ini menambah ketegangan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, jalur penting bagi pengiriman energi global. Pasar juga mencermati meningkatnya risiko di Selat Hormuz, karena konflik AS-Iran yang berkepanjangan terus menekan sentimen.
Di sisi lain, data pemerintah AS menunjukkan kenaikan tak terduga pada persediaan minyak mentah. EIA melaporkan stok minyak mentah komersial naik 2,0 juta barel menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, sementara persediaan bensin dan distilat juga meningkat.







