Harga emas melemah pada sesi perdagangan awal Asia Jumat ini, meskipun harapan penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS semakin kuat setelah data inflasi CPI November yang lebih rendah dari ekspektasi. Penurunan ini mencerminkan aksi ambil untung investor, sementara pasar tetap waspada. Sorotan hari ini tertuju pada rilis Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Desember, yang diharapkan memberikan petunjuk tambahan tentang arah kebijakan moneter AS.
Analisis Fundamental
Harga emas (XAU/USD) terkoreksi di bawah level $4.330 pada awal sesi Asia Jumat, tertekan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam sebelumnya. Namun, potensi penurunan lebih lanjut tampak terbatas berkat ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed di 2026, didorong oleh penurunan tak terduga pada Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan November. Data ini membuka peluang bagi pemangkasan suku bunga lebih agresif, yang biasanya menguntungkan aset safe-haven seperti emas.
Faktor pendukung lainnya meliputi ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela, serta permintaan industri serta investasi yang tetap kuat. Pedagang kini menanti Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan Desember, yang bisa memengaruhi sentimen risiko global dan arah harga emas ke depan.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Kamis, emas sempat menyentuh puncak $4.374/oz di pasar AS, merespons data inflasi rendah. Kini, tekanan jual muncul akibat ambil untung, meski pembicaraan damai Rusia-Ukraina masih menjadi variabel perhatian.
Level Support Utama: $4.308, $4.292, hingga $4.270.
Level Resistance Utama: $4.353, $4.360, hingga $4.380.
Rentang pergerakan harga diperkirakan berada antara $4.270 hingga $4.360 hari ini, dengan potensi volatilitas meningkat pasca rilis data sentimen konsumen.







