Harga emas spot kesulitan menarik pembeli signifikan dan bertahan sideways di kisaran $4.700 pada Selasa pagi (28 Apr 2026) sesi Asia. Pedagang mayoritas menahan posisi menjelang keputusan FOMC Fed AS besok Rabu (29 Apr), dengan sorotan pada komentar Jerome Powell soal inflasi akibat guncangan geopolitik Iran—petunjuk kunci jalur suku bunga ke depan.
Analisis Fundamental
Sinyal campuran dari pembicaraan perdamaian AS-Iran menahan taruhan directional pada DXY dan logam mulia. Spot gold turun tipis Senin kemarin, ditutup di $4.668/oz setelah sempat menyentuh puncak $4.730 (data: Kitco). Presiden Donald Trump klaim "kemenangan AS sudah jelas", sementara Tehran pertahankan Selat Hormuz tetap tertutup.
Berita utama beredar soal proposal Iran buka kembali Hormuz tanpa kesepakatan nuklir—bertentangan dengan tuntutan AS untuk hentikan program nuklir Iran. Proposal ini langsung ditolak Washington (sumber: Axios, 27 Apr), perkuat status emas sebagai safe-haven di tengah risiko eskalasi.
Analisis Teknikal
Senin kemarin, emas tertekan ke $4.667/oz saat pasar cerna proposal Iran soal penundaan gencatan senjata. Di sesi Asia pagi ini, tekanan berlanjut jelang FOMC, dengan resistance kuat di $4.712, $4.740, hingga $4.786.
Support utama di $4.655/oz; jika tembus, target turun ke $4.620 dan $4.600. Range hari ini diprediksi $4.735–$4.620. RSI(14) saat ini 52 (netral), tunggu breakout post-Fed.
Pantau DXY (saat ini 102,50) dan WTI crude ($82/barel) untuk korelasi—eskalasi Iran bisa dorong emas ke $4.800.







