Harga emas melanjutkan penguatannya hingga sekitar $5.050 pada sesi awal perdagangan Asia, Selasa (27/1/2026). Logam mulia ini menguat di tengah kekhawatiran yang meningkat soal ketidakpastian keuangan dan geopolitik. Investor juga menanti rilis Laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP serta Indeks Kepercayaan Konsumen AS hari ini, diikuti pertemuan FOMC pada Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.
Ulasan Analisis Fundamental
Para pedagang berbondong-bondong ke aset safe-haven akibat kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump mengganggu hubungan dengan sekutu utama, mulai dari Eropa hingga Kanada. Pada Sabtu lalu, Trump mengancam tarif 100% pada barang Kanada jika negara tersebut menyepakati kesepakatan dagang dengan China. Selain itu, spekulasi soal independensi Federal Reserve (Fed) turut mendorong kenaikan emas, seiring ketidakpastian pilihan Trump untuk Ketua Fed berikutnya. Kandidat yang lebih dovish berpotensi meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Keputusan suku bunga Fed menjadi sorotan utama Rabu ini, dengan ekspektasi suku acuan tetap di kisaran 3,50%-3,75%. Pernyataan Ketua Fed Jerome Powell akan dipantau ketat.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada perdagangan Senin, emas dibuka menguat hingga $5.111, berlanjut naik di sesi Eropa sebelum terkoreksi ke $4.990 di pasar AS. Di sesi Asia Selasa ini, emas rebound ke $5.075/onze, menguji resistance $5.085, $5.111, hingga $5.131. Koreksi terlihat terbatas di support $5.010/onze; jika tembus, waspadai target $4.990 hingga $4.974. Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $5.000-$5.111.







