Harga emas (XAU/USD) stabil di sekitar $5.190 pada sesi awal perdagangan Asia, Rabu (11 Maret 2026). Logam mulia ini bertahan setelah periode volatilitas, menyusul sinyal potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah dari Presiden AS Donald Trump.
Analisis Fundamental
Presiden Trump menyatakan pada Senin bahwa operasi militer AS di Iran akan segera berakhir, meski tanpa jadwal jelas. Komentar ini menekan harga minyak dunia lebih rendah, meredakan kekhawatiran inflasi global, dan justru mendukung stabilitas emas sebagai aset safe haven.
Para pelaku pasar tetap waspada terhadap dinamika geopolitik. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa serangan lanjutan dari AS dan Israel bisa memicu pemblokiran ekspor minyak regional. Trump membalas, menyatakan AS akan menghukum Iran jika aliran minyak melalui Selat Hormuz terganggu. Fokus utama hari ini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Februari, yang bisa memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Selasa, emas sempat melonjak menguji resistance $5.235/oz, didorong pelemahan dolar AS pasca komentar Trump. Pergerakan kini terlihat bullish setelah resistance $5.205 tertembus.
Support utama: $5.162, $5.145, hingga $5.090.
Resistance utama: $5.250, $5.286, hingga $5.315.
Emas diproyeksikan bergerak dalam tren bullish, dengan rentang $5.145–$5.250 sebagai area kunci untuk dipantau.







