harga-emas-mengalami-tekanan-karena-penguatan-dolar-akankah-kembali-naik.jpgSumber Foto: istockphoto.com

Harga Emas Mengalami Tekanan Karena Penguatan Dolar, Akankah Kembali Naik?

analisa

radityo - octaNews

30 Apr 2026 11:24 WIB

Emas menguat selama sesi Asia pada Kamis (30/4), mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut ke level terendah bulanan. Namun, potensi kenaikan terbatas akibat pandangan hawkish Federal Reserve (Fed) yang mendukung penguatan Dolar AS, ditengah kebuntuan perundingan perdamaian AS-Iran dan ketegangan di Selat Hormuz.

Analisis Fundamental

Para pedagang kini menanti rilis data makroekonomi AS untuk katalis baru. Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai Ketua Fed, Jerome Powell mengucapkan selamat kepada Kevin Warsh atas lolos tahap pertama pencalonan sebagai penggantinya. Powell menyatakan akan tetap menjabat sebagai gubernur hingga tekanan politik mereda, menekankan "independensi Fed sedang terancam." Ia menambahkan, "Saya ingin bertahan sampai merasa saatnya pergi, tanpa menjadi pembangkang terkenal."

Sebelumnya, FOMC mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% dengan suara 8-4—perpecahan terbesar sejak 1992. Obligasi Treasury AS 10 tahun naik 8 basis poin ke 4,43%, sinyal ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dari investor.

Analisis Teknikal

Pada Rabu, emas tertekan ke $4.510/onzu sebelum rebound. Presiden Trump menolak proposal Iran terkait penundaan gencatan senjata, menambah volatilitas. Kenaikan emas terhambat resistance di $4.582, $4.625, dan $4.647. Jika turun, support pertama di $4.510; jika jebol, ke $4.480 dan $4.451.

Proyeksi Hari Ini: Emas bergerak dalam range $4.480–$4.625.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.