harga-emas-meroket-karena-memanasnya-kembali-geopolitik-global.jpgSumber Foto: belitongekspres.disway.id

Harga Emas Kembali Meroket Karena Memanasnya Kembali Geopolitik Global

analisa

radityo - octaNews

26 Jan 2026 10:55 WIB

Harga emas spot melonjak 1,1% pada Senin (26 Januari 2026) mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $5.085,83 per ons, memperpanjang reli luar biasa dari minggu lalu. Investor berbondong-bondong membeli aset safe-haven ini di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Minggu lalu, harga emas sudah naik lebih dari 8%, berulang kali menembus puncak historis.

Analisis Fundamental

Lonjakan harga emas bulan ini terutama didorong oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland, yang mengganggu stabilitas pasar global. Retorika Donald Trump soal kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperkeruh hubungan transatlantik. Akhir pekan ini, Trump juga memanaskan gesekan perdagangan dengan Kanada, mengancam tarif 100% pada barang impor Kanada jika Ottawa melanjutkan perjanjian dagang dengan China. Dalam postingan media sosialnya, Trump menyebut Kanada berpotensi jadi "pelabuhan transit" barang China ke AS, dan memperingatkan bahwa Beijing akan "memakan Kanada hidup-hidup" jika kesepakatan itu terealisasi.

Faktor lain termasuk pengiriman pasukan tambahan AS ke Timur Tengah, yang menambah ketidakpastian. Investor juga menantikan pengumuman keputusan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam waktu dekat, yang bisa memengaruhi daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Analisis Teknikal

Pada perdagangan Jumat lalu, emas sempat terkoreksi menyentuh level $4.899 per ons, tetapi kenaikan berlanjut di sesi AS. Di pasar Asia Senin ini, emas kembali membentuk rekor di $5.085 per ons dan menguji resistance utama di $5.101, $5.120, hingga $5.139. Koreksi terlihat terbatas di support $4.998 per ons; jika level ini tembus, waspada target turun ke $4.971 hingga $4.950.

Secara keseluruhan, emas diperkirakan bergerak dalam rentang $4.998–$5.105 per ons dalam jangka pendek, dengan bias bullish selama ketegangan geopolitik berlanjut.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.