Harga emas anjlok ke level terendah hampir satu bulan pada Selasa (28 April 2026), tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak akibat antisipasi keputusan suku bunga bank sentral minggu ini. Harga emas spot turun 2,5% menjadi $4.555,06/oz$4.555,06/oz. Penguatan dolar didorong lonjakan inflasi dari harga minyak dunia, plus spekulasi kenaikan suku bunga yang menguntungkan greenback sebagai aset aman.
Analisis Fundamental
Dolar AS menguat karena pedagang memandangnya sebagai safe haven di tengah guncangan pasokan minyak—status AS sebagai pengekspor energi utama turut berperan. Tekanan tambahan datang dari eskalasi ketegangan AS-Iran: Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran yang menunda pembukaan Selat Hormuz sambil menunda diskusi ambisi nuklir Teheran. Trump menegaskan pemberantasan program nuklir itu sebagai alasan utama kampanye bersama Israel sejak akhir Februari.
CNN melaporkan mediator di Pakistan berharap menerima proposal revisi Iran dalam beberapa hari, tapi kebuntuan ini membuat Selat Hormuz nyaris tertutup untuk lalu lintas minyak. Pasar kini fokus ke rapat FOMC, yang bisa picu volatilitas lebih lanjut.
Analisis Teknikal
Pada Selasa, emas tertekan ke $4.555/oz$4.555/oz di pasar Asia, jelang FOMC, kenaikan terbatas oleh resistance di $4.625$4.625, $4.647$4.647 hingga $4.670$4.670
Penurunan menguji support $4.555/oz$4.555/oz jika tembus
target berikutnya $4.500$4.500 dan $4.460$4.460. Untuk Rabu (29 April), emas diprediksi bergerak dalam range $4.500$4.500–$4.670$4.670.







