Konflik Timur Tengah terus mendominasi sentimen pasar, dengan negosiasi AS-Iran terhenti dan komentar Presiden Trump menambah ketegangan—meski indeks saham AS capai rekor baru dan Bitcoin naik ke puncak dua bulan. Harga minyak menjadi penggerak kunci; skenario kesepakatan cepat bisa dorong harga ke $80 per barel, tapi bank sentral tetap waspada terhadap inflasi energi.
Minggu ini padat dengan data ekonomi penting: rilis PDB Q1 2026 AS dan zona euro, PMI April China, serta lima pertemuan bank sentral termasuk ECB, BoE, BoJ, dan Fed (28-29 April). Rebound dolar AS (+0,8% indeks dolar minggu ini) bisa diuji jika berita Timur Tengah membaik atau kebijakan hawkish muncul; ketidakaktifan BoJ berisiko intervensi yen.
Data Ekonomi & Pertemuan Bank Sentral AS
Fokus AS: PDB Q1 awal, pesanan barang tahan lama Maret, ISM Manufaktur April, CB Consumer Confidence April, serta PCE Maret yang berpotensi lemah akibat konflik dan inflasi energi. Fed Rabu pertahankan suku bunga tanpa proyeksi, tapi retorika Powell krusial—hawkish mungkin meredup.
Fokus Eropa & Jepang
ECB Kamis pertahankan suku bunga meski PMI/ZEW lemah dan energi mahal; inflasi prioritas utama, tunda keputusan ke Juni—Lagarde bisa hawkish jika data positif. BoE Kamis hadapi tekanan kenaikan (PMI kuat), tapi moderat dominan (pemungutan suara 5-4 potensial goyang pasar).
BoJ Selasa mulai pertemuan; kenaikan suku bunga tak mungkin, yen gagal untung dari pelemahan dolar akibat blokade Selat Hormuz—USD/JPY di bawah 160, risiko intervensi jika tak ada sinyal Juni.
Dolar bergantung Timur Tengah; sentimen positif bisa dorong EUR/USD ke 1,1830 dan GBP/USD di atas 1,3599.
Prospek Pasar Modal
Saham AS kuat, abaikan Timur Tengah dan kurangi ekspektasi pemangkasan Fed 2026—musim laporan dorong optimisme. Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta (Rabu), Apple (Kamis), plus ExxonMobil dan Chevron krusial; positif bisa picu reli saham tech dan growth jika konflik tak memburuk.







