Emas naik di atas $4.100 pada pembukaan Senin karena harapan perundingan AS-Iran menurunkan ketegangan, meredam kekhawatiran inflasi dan spekulasi kenaikan suku bunga AS. Dolar AS terkoreksi dari level tertinggi sebulan, menguntungkan emas. Namun harga minyak tetap tinggi akibat konflik AS-Iran dan serangan balasan dari Iran serta sekutunya (termasuk serangan Houthi terhadap tanker Saudi), yang meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Ulasan Analisa Fundamental
AS melancarkan putaran serangan terhadap fasilitas militer Iran, menandai malam ke-13 operasi; Iran dan sekutunya menyerang aset terkait AS di beberapa negara kawasan. Data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran turun ke level terendahsejak 1969, menandakan pasar tenaga kerja kuat dan memberi ruang bagi Fed untuk tetap fokus mengendalikan inflasi mendukung kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Faktor kebijakan lain: Presiden AS memberlakukan tarif baru luas (10–12,5%) pada banyak mitra dagang, yang dapat memicu kembali ketegangan perdagangan global, mendorong permintaan aset safe-haven (dolar) dan emas. Sentimen diplomasi mendorong kenaikan emas sekarang, tetapi tekanan dari harga minyak tinggi, data tenaga kerja kuat, dan kebijakan perdagangan AS bisa menahan atau membalikkan tren mendekati pertemuan FOMC minggu ini.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia harga emas naik dengan pembukaan gap ke $4110/onz. Sebelumnya harga emas terkoreksi ke $4022. Hari ini penurunan emas menjumpai support di level $4083, sementara naiknya berpeluang menguji area $4115, $4140 hingga $4176. Emas turunnya tertahan di $4083/onz. Support emas menguji area $4070, $4053, $4022. Emas diperkirakan bergerak dalam range antara $4140 hingga $4050. Trend pasar netral.







