bursa-wall-street-anjlok-tajam-akibat-eskalasi-perang-iran.jpgSumber Foto: pikiran-rakyat.com

Bursa Wall Street Anjlok Tajam Akibat Eskalasi Perang Iran

berita

radityo - octaNews

13 Mar 2026 15:49 WIB

Pasar saham AS merosot tajam pada hari Kamis, dipicu serangan Iran terhadap dua kapal tanker minyak. Insiden ini mendorong harga minyak mentah melonjak mendekati $100 per barel, memperburuk kekhawatiran inflasi dan memicu aksi jual massal.

Ketiga indeks utama AS anjlok lebih dari 1,5% dalam penurunan yang luas. S&P 500 mencatat penurunan tiga hari terbesar dalam sebulan, sementara hampir semua saham—kecuali sektor energi dan defensif—terpukul keras.

Ancaman Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Minyak

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, bersumpah menutup Selat Hormuz yang vital bagi pasokan minyak global. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah akibat perang 13 hari di Iran, yang berisiko memicu tekanan inflasi global.

Kontrak minyak mentah WTI bulan depan ditutup naik 9,7%, sementara Brent melonjak 9,2% hingga menyentuh $100 per barel.

Respons Pemerintah AS dan Analisis Pasar

Pemerintahan Presiden Donald Trump memerintahkan perusahaan serta pengirim minyak AS bersiap untuk pengecualian Undang-Undang Jones berusia seabad, guna meredam lonjakan harga bahan bakar, kata sumber dekat diskusi.

"Ada kesadaran bahwa penyelesaian konflik Timur Tengah semakin tertunda," ujar Ryan Detrick, Kepala Strategi Pasar Carson Group di Omaha. "Mentalitas 'jual dulu, tanya kemudian' mendominasi. Hanya energi yang aman saat ini."

Federal Reserve menggelar pertemuan pada 17 Maret. Meski data inflasi terkini menunjukkan harga terkendali, lonjakan minyak belum tercermin. Bank sentral diprediksi pertahankan suku bunga, tapi proyeksi ekonomi barunya akan diawasi ketat untuk revisi estimasi inflasi. "Kemungkinan pemotongan suku bunga akhir tahun semakin menipis," tambah Detrick.

Kekhawatiran Kredit dan Pergerakan Saham Utama

Di tengah isu kualitas kredit, ekuitas swasta Swiss Partners Group memperingatkan tingkat gagal bayar kredit swasta bisa berlipat ganda. Morgan Stanley membatasi penarikan dana kredit swasta, sementara JPMorgan Chase memangkas nilai pinjaman serupa. Saham keduanya turun 4,1% dan 1,6%.

Wakil Ketua Pengawasan Fed, Michelle Bowman, mengumumkan pelonggaran aturan cadangan kas bank untuk kerugian potensial, yang disambut positif oleh pemberi pinjaman Wall Street.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 739,42 poin (1,56%) ke 46.677,85; S&P 500 kehilangan 103,22 poin (1,52%) ke 6.672,58; Nasdaq Composite rontok 404,15 poin (1,78%) ke 22.311,98.

Performa Sektor dan Saham Unggulan

Sektor energi S&P 500 justru naik 1,0%, kontras dengan industri yang anjlok 2,5%. Perusahaan pupuk pertanian—yang bergantung pada rute Selat Hormuz—melonjak karena harga naik; indeks S&P Fertilizer and Agricultural Chemicals +4,9%. LyondellBasell (+10,3%) dan Dow (+9,3%) diuntungkan upgrade Citigroup atas peluang ekspor baru.

Bumble melonjak 34,2% usai proyeksi Q4 melebihi ekspektasi. Sebaliknya, Dollar General turun 6,1% karena prakiraan penjualan tahunan mengecewakan.

Data Pasar dan Prospek Jumat

Jumlah saham turun vs naik: NYSE rasio 4,18:1 (117 high baru, 198 low baru); Nasdaq 3,27:1 (1.100 naik, 3.600 turun; 33 high, 172 low 52-minggu). S&P 500: 17 high, 25 low baru. Volume perdagangan 19,96 miliar saham, dibanding rata-rata 20,05 miliar.

Hari Jumat, pasar menanti rilis data sentimen konsumen, barang tahan lama, lowongan kerja, dan pengeluaran konsumsi pribadi.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.