Harga emas melonjak setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS Januari yang lebih rendah dari ekspektasi, memperkuat harapan penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) akhir tahun ini. CPI tahunan turun menjadi 2,4% YoY (dari 2,7% di Desember, di bawah perkiraan 2,5%), sementara inflasi bulanan moderat ke 0,2% (dari 0,3% sebelumnya, di bawah estimasi 0,3%). Sementara itu, pasar memantau ketat pembicaraan nuklir AS-Iran yang diperbarui serta upaya perdamaian Ukraina yang dipimpin AS, keduanya berlanjut Selasa ini.
Ulasan Analisa Fundamental
Meski didukung spekulasi pemangkasan suku bunga Fed dan ketegangan geopolitik, harga emas (XAU/USD) masih tertahan di bawah $5.046. Setelah naik lebih dari 2% Jumat lalu, emas terkoreksi tipis ke sekitar $5.019 per troy ounce saat sesi Asia Senin pagi. Data CPI yang membaik ini mengurangi tekanan inflasi, mendorong ekspektasi pelonggaran moneter—namun ketidakpastian geopolitik seperti negosiasi AS-Iran dan Ukraina tetap jadi pendorong utama safe-haven untuk emas.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada Jumat, emas sempat menyentuh $5.046/oz, didorong penurunan inflasi AS dan eskalasi geopolitik, tapi kenaikan terbatas oleh data NFP yang solid. Resistance kunci berada di $5.050, $5.086, hingga $5.112, sementara support utama di $5.000, $4.970, dan $4.885. Saat ini, emas bergerak sideways dalam rentang $4.885–$5.050, dengan potensi breakout ke atas jika negosiasi geopolitik memburuk atau ke bawah jika data ekonomi AS terus membaik.
Prediksi: Pantau hasil pembicaraan Selasa untuk katalis bergerak. Trader disarankan entry buy di dekat support $5.000 dengan target $5.050, atau sell di resistance $5.050 dengan stop-loss ketat.







