Kontrak berjangka indeks saham AS melonjak pada Selasa malam (7 April 2026) waktu AS, menyusul euforia pasar atas kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Presiden Donald Trump dan Iran. Mediasi Pakistan ini mengurangi risiko eskalasi perang Timur Tengah di minggu keenamnya. Hampir bersamaan, harga minyak dunia anjlok lebih dari 15% karena Trump menunda serangan militer terhadap infrastruktur Iran, sebagai imbalan pembukaan aman Selat Hormuz—jalur vital 20% pasokan minyak global.
Kontrak berjangka S&P 500 naik 2,2% menjadi 6.804,75 poin pada pukul 19:38 ET (23:38 GMT); Nasdaq 100 menguat 2,7% ke 25.029,50 poin; serta Dow Jones melonjak 2% ke 47.760 poin.
Trump Tunda Serangan, Iran Buka Hormuz
Trump mengumumkan via Truth Social bahwa ia menangguhkan "kekuatan penghancur" terhadap Iran selama dua minggu, atas desakan PM Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Asim Munir. Syaratnya: Iran membuka Selat Hormuz secara "lengkap, segera, dan aman".
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Aragchi merespons bahwa Teheran menghentikan "operasi pertahanan" jika AS berhenti menyerang, serta memungkinkan jalur aman Hormuz dengan koordinasi kapal. Trump menyebutnya "gencatan senjata dua sisi" menuju kesepakatan permanen. Pengumuman ini datang kurang dari dua jam sebelum tenggat pukul 20:00 ET Selasa malam, menghindari ancamannya bahwa "seluruh peradaban bisa mati" jika Iran tak patuh.
Wall Street Lesu Sebelumnya, Chip Jadi Penyelamat
Sesi reguler Wall Street Selasa tutup datar: S&P 500 +0,1% ke 6.616,84 poin; Nasdaq Composite +0,1% ke 22.017,85 poin; Dow Jones -0,2% ke 46.584,46 poin—meski rebound dari low intraday.
Indeks chip SOX +1%, dipimpin Broadcom (AVGO) setelah perluas kesepakatan AI dengan Google-Anthropic; NVIDIA (NVDA) +0,3%; Intel (INTC) +4,2%—manfaatkan pembelian murah pasca-kerugian Maret. Awal April catat gain tipis di Wall Street berkat bargain hunting, tapi volatilitas perang Iran tinggi. Kini, pasar antisipasi gencatan senjata bertahan, dengan fokus implikasi inflasi energi pada kebijakan Fed.







