trump-warsh-bisa-dorong-ekonomi-as-tumbuh-15-persen.jpgSumber Foto: economictimes.com

Trump, Warsh Bisa Dorong Ekonomi AS Tumbuh 15%

berita

radityo - octaNews

10 Feb 2026 13:04 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Kevin Warsh, calonnya untuk memimpin Federal Reserve (The Fed), mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 15%. Pernyataan ambisius ini menandakan tekanan besar yang menanti Warsh jika dikonfirmasi oleh Senat.

Dalam wawancara eksklusif dengan Fox Business pada Senin (9 Februari 2026), Trump menyebut Warsh sebagai "pilihan kedua" dari pencarian gubernur Fed sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa penunjukan Jerome Powell dulu merupakan "kesalahan besar". "Jika Warsh bekerja sesuai kemampuannya, ekonomi kita bisa tumbuh 15%—bahkan lebih, menurut saya," ujar Trump kepada pembawa acara Larry Kudlow. "Dia orang sangat berkualitas dan akan bekerja luar biasa."

Belum jelas apakah Trump merujuk pertumbuhan PDB tahunan atau kuartalan. Sebagai konteks, proyeksi IMF untuk PDB AS 2026 hanya 2,5%, dengan rata-rata historis 2,7% selama lima dekade terakhir. Pertumbuhan 15% langka; terakhir tercapai di kuartal III 2020 pasca-pandemi.

Tekanan Kebijakan Moneter Jelang Pemilu

Trump menekankan preferensinya pada calon yang siap memangkas suku bunga. "Saya tak akan pilih dia jika mau naikkan suku bunga," tegasnya. Komentar ini mencerminkan taruhan Trump pada Warsh untuk memacu ekonomi menjelang pemilu sela 2026, yang secara historis sering merugikan partai presiden.

Namun, ini menantang Warsh menjaga independensi Fed di tengah kekhawatiran inflasi. Inflasi AS saat ini masih di atas target 2%, meski Trump tampak tak risau. Estimasi median Fed Desember 2025 memproyeksikan hanya satu pemangkasan suku bunga sepanjang 2026, sementara pasar bertaruh dua kali tahun ini.

Kritik Powell dan Tantangan Konfirmasi

Trump menyalahkan mantan Menteri Keuangan Steven Mnuchin yang mendorong pemilihan Powell. "Dia sangat menginginkannya, dan saya dengar orang lain—itu kesalahan besar," katanya. Powell, yang diperpanjang masa jabatannya era Biden, lama jadi sasaran kritik Trump atas kebijakan suku bunga tinggi dan independensi Fed.

Langkah Trump berpotensi tersandung. Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina berjanji memblokir konfirmasi Fed mana pun selama penyelidikan terhadap Powell berlangsung, menambah ketidakpastian politik.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.