Presiden AS Donald Trump menyatakan ia tidak akan mencalonkan Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve (Fed) jika Warsh bersikeras menaikkan suku bunga. "Jika dia datang dan bilang, 'Saya ingin menaikkan suku bunga,' dia tidak akan dapat posisi itu," ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News pada Rabu (4 Februari 2026).
Trump menegaskan tidak ada keraguan besar bahwa Fed akan memangkas suku bunga, karena "suku bunga kita sudah terlalu tinggi," meski AS kini "kembali menjadi negara kaya." Saat ditanya apakah Warsh memahami keinginannya untuk penurunan suku bunga acuan, Trump menjawab, "Saya pikir dia mengerti, dan saya rasa dia juga menginginkannya."
Kontroversi Independensi Fed
Pernyataan ini kemungkinan menjadi sorotan selama proses konfirmasi Warsh di Senat, di mana independensi Fed diprediksi jadi topik utama. Trump mengakui secara teori bahwa bank sentral bersifat independen, tapi menambahkan bahwa ia sebagai "orang pintar" layak dipertimbangkan prediksinya soal ekonomi.
Senator Republik Thom Tillis dari Komite Perbankan Senat bahkan berjanji memblokir calon Trump hingga Departemen Kehakiman menutup penyelidikan renovasi gedung Fed. Gubernur Fed yang akan lengser, Jerome Powell, menyebut penyelidikan itu sebagai serangan terselubung terhadap kemampuan Fed mengambil keputusan moneter secara independen. Pejabat Trump membantah tuduhan tersebut, meski presiden telah berbulan-bulan menekan Powell untuk memangkas suku bunga.
Trump menepis ancaman Tillis pada Rabu, dengan berkata, "Banyak orang bilang banyak hal." Ia juga mengulang kritiknya terhadap proyek renovasi Fed: "Orang ini [Powell] telah menghabiskan begitu banyak uang."
Latar Belakang Warsh
Kevin Warsh, mantan wakil ketua Fed, dikenal keras terhadap inflasi. Namun, belakangan ia menyuarakan dukungan untuk penurunan suku bunga, sejalan dengan pandangan Trump.







