saham-wall-street-serempak-naik-pasca-as-serang-venezuela.jpgSumber Foto: bloombergtechnoz.com

Saham Wall Street Serempak Naik, Pasca AS Serang Venezuela

berita

radityo - octaNews

6 Jan 2026 11:44 WIB

Wall Street : menguat pada penutupan perdagangan Senin, didorong lonjakan saham sektor keuangan yang mengangkat Dow Jones Industrial Average ke rekor tertinggi sepanjang masa, sementara saham perusahaan energi melesat setelah serangan militer Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Investor mempertaruhkan bahwa langkah Washington terhadap rezim Venezuela akan membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk mengakses cadangan minyak terbesar di dunia. Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak besar AS pekan ini untuk membahas potensi peningkatan produksi di Venezuela.

Indeks energi S&P 500 naik 2,7% ke level tertinggi sejak Maret 2025, dengan saham-saham raksasa seperti Exxon Mobil dan Chevron memimpin penguatan. Saham produsen senjata juga terkerek setelah aksi militer tersebut; Lockheed Martin dan General Dynamics menguat, sementara indeks kedirgantaraan dan pertahanan S&P 500 menyentuh rekor tertinggi baru.

“Saham-saham energi benar-benar diuntungkan oleh ekspektasi bahwa Presiden Trump bermaksud mendorong mereka untuk melakukan lebih banyak investasi di Venezuela dan pada akhirnya menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi perusahaan,” ujar Rob Haworth, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Wealth Management, Seattle.

“Minimnya kehadiran pasukan tetap di lapangan, dan fakta bahwa AS tidak terlibat secara permanen, membuat pasar ekuitas secara keseluruhan mampu menyingkirkan kekhawatiran akan keterlibatan militer yang berkepanjangan,” tambah Haworth.

Di sisi saham teknologi, Tesla menguat 3,1% setelah tertekan selama tujuh sesi beruntun. Sementara itu, Nvidia melemah 0,4% dan Apple turun 1,4%.

Indeks S&P 500 naik 0,64% dan menutup sesi di level 6.902,05 poin. Nasdaq menguat 0,69% ke 23.395,82 poin, sedangkan Dow Jones naik 1,23% menjadi 48.977,18 poin. Aktivitas perdagangan di bursa AS tercatat sangat ramai, dengan volume mencapai 19,1 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 15,9 miliar saham.

Sektor keuangan menjadi salah satu penopang utama pasar. Indeks keuangan S&P 500 melonjak 2,2% seiring optimisme menjelang musim laporan keuangan kuartalan. Rata-rata analis memperkirakan emiten keuangan dalam indeks tersebut akan membukukan pertumbuhan laba sekitar 6,7% secara tahunan pada kuartal yang berakhir Desember. Saham Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik lebih dari 3% dan menyentuh rekor tertinggi baru.

“Dalam beberapa hari terakhir, sentimen pasar cukup mendukung saham-saham keuangan. Seiring investor mulai melirik sektor di luar teknologi, keuangan menjadi salah satu sektor utama yang diburu,” ujar Steve Sosnick, Chief Market Strategist di Interactive Brokers.

Indeks-indeks utama Wall Street telah membukukan kenaikan dua digit sepanjang 2025, menandai tahun ketiga berturut-turut penguatan semacam ini, pencapaian yang terakhir kali terjadi pada 2021.

Di sisi makroekonomi, data menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan pada Desember, memperpanjang fase pelemahan yang telah berlangsung selama 10 bulan. Fokus pelaku pasar kini beralih ke data ketenagakerjaan nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026. Berdasarkan data LSEG, pelaku pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini.

Saham-saham yang terkait dengan mata uang kripto turut menguat seiring lonjakan harga bitcoin ke level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu. Strategy, yang sebelumnya bernama MicroStrategy, naik hampir 5%, sementara Coinbase melonjak 7,8% setelah Goldman Sachs menaikkan peringkat saham tersebut dari “netral” menjadi “beli”.

Pada penutupan perdagangan, S&P 500 membukukan 60 rekor tertinggi baru dan 11 rekor terendah baru. Di sisi lain, Nasdaq mencatatkan 107 rekor tertinggi baru dan 49 rekor terendah baru di antara saham-saham yang tercatat.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.