Emas Menguat saat Imbal Hasil Obligasi AS Turun Harga emas (XAU/USD) sempat tertekan, tetapi kemudian berbalik menguat karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tajam. Pekan ini, tidak ada jadwal rilis data ekonomi penting. Pejabat bank sentral AS minggu ini tidak ada jadwal untuk memberikan komentar publik terkait kebijakan moneter. Kondisi ini berpotensi membuat pergerakan harga emas lebih terbatas dalam jangka pendek.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas bergerak sideways sepanjang pekan. Pada awal pekan, emas sedikit melemah di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah laporan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Tekanan bertambah setelah inflasi tahunan AS pada September naik menjadi 3,7%. Data ini meningkatkan perkiraan peluang kenaikan suku bunga The Fed menjadi sekitar 40%. Dolar AS pun menguat, sementara emas turun lebih dari 1% hingga mendekati US$4.100 per ons. Namun, emas kembali naik 1,6% pada Kamis seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Pemulihan berlanjut menuju US$4.200 setelah pidato Kevin Warsh, yang disebut dalam artikel sebagai Ketua The Fed, tidak memberikan sinyal jelas mengenai kenaikan suku bunga Oktober. Selanjutnya perhatian pasar tertuju pada data PMI manufaktur dan jasa AS pada Jumat reaksi pasar diperkirakan terbatas, kecuali hasilnya jauh lebih lemah.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia harga emas rebound menguji resistance $4184. Harga emas sempat turun ke level $4156 di pembukaan. Harga emas tertekan oleh naiknya harga bminyak mentah dunia, namun berbalik turun oleh pernyataan Trump yang mencabut sanksi kepada Rusia. Turunnya emas nampak menguji support di area $4155, $4130 hingga $4104. Sementara resistance emas menguji area $4187, $4200, $4220. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4144 hingga $4220.







