harga-minyak-dunia-terpangkas-turun-akibat-surplus-pasokan.jpgSumber Foto: ekbis.sindonews.com

Harga Minyak Anjlok 2,7% Akibat Surplus Pasokan dan Risiko Geopolitik Mereda

berita

radityo - octaNews

13 Feb 2026 14:48 WIB

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (12/2/2026), dipicu oleh proyeksi permintaan global yang melambat, surplus pasokan yang membesar, serta meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah.

Kontrak minyak Brent berjangka ditutup turun 2,71% atau US$1,88 menjadi US$67,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 2,77% atau US$1,79 ke level US$62,84 per barel.

Penyebab Utama Penurunan

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pertumbuhan permintaan minyak global akan lebih lambat tahun ini, disertai surplus pasokan yang signifikan—meskipun pasokan Januari sempat terganggu. Laporan IEA ini langsung memicu pembalikan spread patokan Brent-WTI menjadi negatif, setelah sempat menguat akibat ketegangan AS-Iran baru-baru ini.

Di AS, persediaan minyak mentah melonjak 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel—jauh melampaui estimasi kenaikan 793.000 barel menurut survei—seperti dilaporkan Badan Informasi Energi (EIA). Tingkat pemanfaatan kilang AS juga turun 1,1 poin persen menjadi 89,4%.

Faktor lain datang dari Rusia, di mana ekspor produk minyak melalui jalur laut naik 0,7% pada Januari menjadi 9,12 juta ton. Kenaikan ini didorong produksi tinggi dan permintaan domestik musiman yang rendah.

Risiko Geopolitik Mulai Mereda

Ketegangan geopolitik mereda setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Presiden AS Donald Trump sedang merumuskan solusi nuklir Iran usai kunjungan ke Washington. Trump sendiri mengonfirmasi pada Rabu (11/2) bahwa negosiasi dengan Teheran terus berlanjut, meskipun Selasa sebelumnya ia mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah jika pembicaraan gagal.

"Fakta bahwa Trump terus bernegosiasi telah mengurangi risiko geopolitik," ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates. Ia menilai proyeksi IEA yang memangkas perkiraan permintaan untuk 2026 sangat signifikan, ditambah antisipasi kenaikan pasokan dari Venezuela.

Pasar kini beralih fokus ke putaran negosiasi berikutnya, meskipun tanggal pastinya belum diumumkan.

Disclaimer :

Transaksi perdagangan berjangka komoditi atau trading derivative memiliki potensi kerugian dan keuntungan yang tinggi, harap pastikan bahwa Anda mengambil tindakan yang tepat untuk dapat mengelolanya.