Harga emas turun di bawah $4.150 karena harga minyak yang tinggi memperkuat prospek pengetatan kebijakan Fed lebih lanjut. Harga emas turun menjadi sekitar $4.120 pada sesi awal Asia hari Rabu. Logam mulia ini memperpanjang penurunannya karena harga minyak yang tinggi menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi AS yang terus berlanjut dan prospek bahwa Fed dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Ulasan Analisa Fundamental
Militer Iran mengatakan bahwa Teheran belum sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan dapat memperluas cakupan blokade ke Selat Bab al-Mandeb dan Terusan Suez. Kelompok Houthi mengklaim telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, fasilitas Saudi Aramco di Yanbu di Pantai Laut Merah, ladang minyak Shaybah, dan angkatan laut Saudi. Harga minyak awalnya melonjak, Tetapi harga dengan cepat berbalik arah setelah The New Arab melaporkan bahwa Qatar dan Pakistan telah menawarkan rencana "jalan tengah" kepada AS dan Iran yang memenuhi tuntutan kedua belah pihak. Proposal tersebut menawarkan sekitar $6 miliar dana Iran yang dibekukan di bank-bank Qatar sebagai "tanggapan sebagian" terhadap tuntutan Teheran untuk mencairkan aset. Proposal tersebut juga mencakup kesepakatan Iran untuk mengizinkan kunjungan rahasia Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke lokasi nuklirnya.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia emas tertekan menguji support $4104, berbalik rebound ke level $4131. Harga emas tertekan oleh naiknya harga minyak mentah dunia WTI yang menyentuh $101.40/barell, namun berbalik turun oleh pernyataan Iran yang masih melakukan negosiasi dengan AS. Turunnya emas nampak menguji support di area $4104, $4080 hingga $4065. Sementara resistance emas menguji area $4131, $4154, $4274. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4131 $4080.







