Harga emas rebound tipis pada perdagangan pasar Asia hari Rabu ini setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya. Meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran serta penguatan dolar AS meredam permintaan aset aman, sementara investor menunggu petunjuk baru soal prospek kebijakan Federal Reserve. Harga emas spot naik 0,1% menjadi US$2.484,16 per ons.
Analisis Fundamental
Volume perdagangan di sesi Asia terlihat tipis karena beberapa pasar regional utama tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek, sehingga membatasi pergerakan harga. Pada hari Selasa, emas anjlok lebih dari 2% akibat membaiknya selera risiko global, dipicu tanda-tanda kemajuan negosiasi AS-Iran. Kedua negara mencapai kesepakatan awal tentang "prinsip-prinsip panduan" utama pembicaraan, yang meningkatkan harapan terobosan diplomatik.
Penurunan harga semakin tertekan oleh penguatan dolar AS, seiring memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga AS dalam waktu dekat. Indeks Dolar AS naik 0,1% selama sesi Asia pagi ini, setelah menguat 0,3% pada Selasa. Investor kini berhati-hati menjelang rilis risalah pertemuan FOMC Januari dini hari nanti, yang diprediksi memberikan gambaran lebih jelas soal waktu dan skala pelonggaran moneter. Selain itu, pasar juga mengantisipasi data inflasi PCE dan PDB AS yang akan dirilis Jumat mendatang.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan Selasa, harga emas terkoreksi ke level terendah US$2.484 per ons. Kini, laju rebound terbatas oleh membaiknya situasi geopolitik AS-Iran serta prediksi FOMC Minutes yang menunjukkan kebijakan suku bunga tetap tidak berubah.
Secara teknikal, potensi kenaikan emas menghadapi resistance di level US$2.492, US$2.497, dan US$2.522. Sementara itu, jika mengalami tekanan lanjutan, support kunci berada di US$2.486, US$2.484, serta US$2.480. Emas diproyeksikan bergerak dalam rentang sempit US$2.480–US$2.497 hari ini, dengan pasar tetap mencermati hasil konkret negosiasi AS-Iran.







