Harga Emas Kembali Turun Mendekati $4.104 Karena Serangan Arab Saudi Memicu Inflasi, Prospek Fed Menjadi Fokus Harga emas turun pada hari Rabu karena permusuhan yang kembali terjadi di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menambah tekanan pada emas batangan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan. XAU/USD turun 0,7% menjadi $4.105,72/onz. Indeks Dolar AS melemah 0,1% menjadi 101,70.
Ulasan Analisa Fundamental
Harga emas naik 0,4% pada sesi sebelumnya, mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut, sebelum kembali tertekan karena ketegangan di Timur Tengah mengancam pasokan energi dan memperpanjang tekanan inflasi. Departemen Luar Negeri AS memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat dan keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi di Kawasan tersebut. Serangan pesawat tak berawak di ladang minyak Saudi Aramco juga menewaskan dua orang. Harga emas tertekan kendati masih di atas $4.100 per ons karena investor mempertimbangkan risiko inflasi terhadap ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan minggu depan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun di semua jangka waktu karena perkembangan terbaru di Timur Tengah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang inflasi dan mendorong imbal hasil lebih tinggi.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Kamis, di pasar Asia emas tertekan menguji support $4104, berbalik rebound ke level $4145. Harga emas tertekan oleh kekhawatiran naiknya harga minyak setelah munculnya resiko melebarnya konflik Timur Tengah. Turunnya emas nampak menguji support di area $4104, $4080 hingga $4065. Sementara resistance emas menguji area $4145, $4155, $4274. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4145 - $4080.







