Harga emas merosot di bawah $4.150 pada sesi awal Asia, Rabu. Logam mulia ini melanjutkan penurunan karena kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong bank sentral utama untuk memperketat kebijakan moneter. Para pedagang menunggu data CPI AS pada Rabu untuk mengukur prospek kebijakan moneter. IMF pada hari Selasa menyoroti risiko dari tingkat utang publik yang tinggi dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Ulasan Analisa Fundamental
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran akan inflasi yang dipicu minyak. Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan rudal ke kota-kota di seluruh Arab Saudi. Namun, pernyataan dari Presiden Bank Federal Reserve (Fed) New York, John Williams, membantu membatasi kerugian logam mulia. Williams mengatakan pada hari Selasa bahwa ia masih menganggap satu kenaikan suku bunga lagi sebagai hal yang tepat tahun ini, tetapi tidak mengharapkan pengetatan lebih lanjut pada tahun 2027. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah pernyataan Williams, dengan obligasi dua tahun menghapus kenaikan hingga tiga basis poin (bps). Imbal hasil yang lebih rendah biasanya mendukung emas. Pasar memperkirakan sekitar 77,3% kemungkinan Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan ini, sementara memperkirakan hampir 87,8% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember.
Ulasan Analisa Teknikal
Pada perdagangan hari Rabu, di pasar Asia harga emas koreksi di support $4144. Harga emas sempat naik ke level $4200 di sesi AS semalam. Memanasnya kembali konflik timur tengah membuat harga minyak meningkat, membatasi naiknya emas. Turunnya emas nampak menguji support di area $4144, $4124 hingga $4100. Sementara resistance emas menguji area $4166, $4186, $4217. Emas diperkirakan bergerak dalam range $4186 hingga $4124.







