Harga emas melonjak hingga sekitar $4.800 per ons pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu ini. Para pedagang kini menanti perkembangan dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, di mana Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan perwakilan beberapa negara untuk membahas isu Greenland. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga Federal Reserve berikutnya akan terjadi pada Juni mendatang, diikuti pelonggaran moneter tambahan pada kuartal keempat. Kenaikan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara AS dan Eropa.
Ulasan Analisis Fundamental
Logam mulia ini memperpanjang reli reliannya dan berpotensi mencetak rekor tertinggi baru di tengah ketidakpastian politik serta ekonomi global. Sorotan utama hari Rabu adalah pidato Presiden Trump di WEF Davos, yang diprediksi akan membahas ketegangan terkait rencana akuisisi Greenland. Pedagang terus membanjiri aset safe-haven seperti emas akibat eskalasi konflik AS-Eropa. Akhir pekan lalu, Trump mengancam memberlakukan tarif impor terhadap delapan negara Eropa yang menolak rencananya mengambil alih Greenland. BBC melaporkan pada Rabu bahwa Parlemen Eropa berencana menangguhkan persetujuan kesepakatan perdagangan AS yang disetujui Juli lalu; pengumuman resmi dijadwalkan di Strasbourg, Prancis, hari ini. Eskalasi ini berpotensi mendorong permintaan emas sebagai lindung nilai jangka pendek.
Ulasan Analisis Teknikal
Pada perdagangan Selasa, emas bergerak naik dan menyentuh puncak $4.766 per ons. Di sesi Asia Rabu, harga melanjutkan kenaikan ke $4.836 per ons, didorong kekhawatiran geopolitik global yang membara. Kenaikan ini tampak menguji level resistance utama di $4.836, $4.855, hingga $4.881. Sementara itu, potensi koreksi tertahan kuat di support $4.757 per ons; jika tembus, waspadai target turun ke $4.737 hingga $4.711.
Secara keseluruhan, emas diprediksi bergerak dalam rentang $4.757–$4.881 hari ini, dengan bias bullish selama ketegangan geopolitik berlanjut.







