Setelah penurunan signifikan pada saham teknologi AS pekan lalu, pasar menyaksikan pemulihan yang berarti. Indeks Nasdaq 100, yang didominasi saham teknologi, menguat hampir 200 poin menjadi 25.268 pada Senin (naik 0,8%). Sementara itu, S&P 500 mencatat kenaikan moderat, mendorongnya mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di sekitar 7.000 poin.
Di Asia semalam, Nikkei 225 Jepang naik solid mencapai rekor tertinggi 57.960 (naik 2,3%). Kenaikan ini didorong kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu Minggu lalu. Kemenangan tersebut membuka kunci bagi agenda pro-bisnisnya, termasuk stimulus fiskal agresif senilai US$135 miliar (¥20 triliun) dan pemotongan pajak.
Dolar AS Tertekan, Mata Uang Utama Menguat
Di pasar valuta asing, dolar AS (USD) mengalami tekanan kemarin. Indeks Dolar AS anjlok 0,8%, menandai penurunan harian kedua berturut-turut. Pergerakan utama melawan USD: EUR +0,9%, GBP +0,6%, AUD +1,1%. Yen Jepang (JPY) bahkan menguat hingga ¥155 per USD, keluar dari zona intervensi Bank of Japan (¥158–¥162).
Secara teknis, Indeks Dolar AS menunjukkan sinyal mengkhawatirkan: harga bulanan telah tembus support saluran selatan, dengan potensi turun ke level 96,38. Faktor jangka panjang yang menekan USD mencakup krisis kepercayaan global, kebijakan Trump yang tak terduga, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve (Fed).
Namun, terdapat pendorong jangka pendek bagi USD:
Sikap Fed yang "tidak terburu-buru" memberikan stabilitas sementara.
Calon Ketua Fed yang hawkish, Kevin Warsh, berpotensi menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang.
Inflasi tinggi disertai data lapangan kerja stabil bisa menunda pemangkasan suku bunga, sejalan dengan mandat ganda Fed.
Sebaliknya, jika data pekerjaan dan inflasi memburuk bersamaan, pelonggaran agresif Fed berisiko merugikan USD lebih lanjut.
Politik Inggris Jadi Sorotan Investor
Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer berhasil menangkis seruan mundur di tengah ketegangan politik yang memuncak. Posisinya tertekan oleh pengunduran diri Morgan McSweeney (Kepala Staf) dan Tim Allan (Direktur Komunikasi) Partai Buruh, ditambah seruan dari pemimpin Partai Buruh Skotlandia. Skandal Lord Peter Mandelson terkait masa lalunya dengan Jeffrey Epstein semakin menambah beban.
Menurut Polymarket, peluang Starmer mundur mencapai 63% pada Juni dan 30% pada Maret. Faktor penentu meliputi:
Rilis dokumen Mandelson.
Pilkada sela Gorton-Denton bulan ini.
Pernyataan Musim Semi dari Kanselir Rachel Reeves (Maret).
Pemilu Skotlandia-Wales (Mei).
Kalender Makro: Fokus Laporan Pekerjaan AS
Hari ini (13:30 GMT): Data penjualan ritel AS Desember yang tertunda—diperkirakan minim pengaruh pada pasar.
Besok (13:30 GMT): Laporan pekerjaan Januari yang tertunda menjadi sorotan utama.
Non-farm payroll: Konsensus +70.000 (dari +50.000 di Desember).
Tingkat pengangguran: Stabil di 4,4%.
Revisi data patokan tahunan krusial, potensial lebih berdampak jika ada penurunan substansial.
Jumat: Data CPI Januari. Angka ini akan membantu Fed menilai apakah ekonomi mampu bertahan dengan suku bunga tinggi lebih lama, atau justru membutuhkan pelonggaran. Pasar saat ini mengharga 1–2 pemangkasan suku bunga tahun ini, tergantung kekuatan data.







